Site Info

Jumat, 27 Juli 2012

Bukti - Bukti Bahwa Orang Tua Suka Membohongi Anaknya



Cerita bermula ketika masih kecil,
sebut saja si Doni , terlahir
sebagai seorang anak laki-laki di
sebuah keluarga yang miskin.
Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, sang Orang Tua sering
memberikan porsi nasinya untuk
Doni. Sambil memindahkan nasi ke
mangkuk Doni, Orang Tua
berkata : “Makanlah nak, aku
tidak lapar”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG PERTAMA

Ketika Soni mulai tumbuh
dewasa, Orang Tua yang gigih
sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi
memancing di kolam dekat
rumah, Orang Tua berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa
memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan.
Sepulang memancing, Orang Tua
memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu Doni memakan sup ikan itu,
Orang Tua duduk disampingnya
dan memakan sisa daging ikan
yang masih menempel di tulang
yang merupakan bekas sisa
tulang ikan yang Doni makan. Doni melihat Orang Tua seperti
itu, hatinya tersentuh juga, lalu
menggunakan sendok dan
memberikannya kepada Orang
Tua’nya. Tetapi sang Orang Tua
dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku
tidak suka makan ikan” .
KEBOHONGAN Orang Tua YANG
KEDUA

Sekarang Doni sudah masuk SMP,
demi membiayai sekolah
abangnya dan dia, Orang Tua
pergi ke koperasi pembuatan
kotak korek api untuk membawa
sejumlah kotak korek api untuk ditempel merk’nya, dan hasil
tempelannya itu membuahkan
sedikit uang untuk menutupi
kebutuhan hidup. Di kala musim
dingin tiba, Doni bangun dari
tempat tidurnya, melihat Orang Tua masih bertumpu pada lilin
kecil dan dengan gigihnya
melanjutkan pekerjaanny
menempel kotak korek api. Doni
berkata :”Ibu/bapak, tidurlah,
udah malam, besok pagi ibu/ bapak masih harus kerja.” Orang
Tua tersenyum dan
berkata :”Cepatlah tidur nak,
aku tidak capek”. KEBOHONGAN
Orang Tua YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, Orang Tua
meminta cuti kerja supaya dapat
menemani Doni pergi ujian. Ketika
hari sudah siang, terik matahari
mulai menyinari, Orang Tua yang
tegar dan gigih menunggu Doni di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi
lonceng berbunyi, menandakan
ujian sudah selesai. Orang Tua
dengan segera menyambut Doni
dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin
untuknya. Teh yang begitu
kental tidak dapat dibandingkan
dengan kasih sayang yang jauh
lebih kental. Melihat Orang Tua
yang dibanjiri peluh, Doni segera memberikan gelasnya untuk
Orang Tuanya sambil
menyuruhnya minum. Orang Tua
berkata :”Minumlah nak, aku
tidak haus!”. KEBOHONGAN Orang
Tua YANG KEEMPAT

Setelah kepergian sang ayah
tercinta karena sakit, ibu yang
malang harus merangkap sebagai
seorang ayah dan juga ibu.
Dengan berpegang pada
pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan
hidup sendiri. Kehidupan keluarga
pun semakin susah dan susah.
Tiada hari tanpa penderitaan.
Melihat kondisi keluarga yang
semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang
tinggal di dekat rumah Doni pun
membantu ibu baik masalah
besar maupun masalah kecil.
Tetangga yang ada di sebelah
rumah melihat kehidupan keluarga Doni yang begitu
sengsara, seringkali menasehati
ibu Doni untuk menikah lagi.
Tetapi Orang Tua yang memang
keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”.
KEBOHONGAN Orang Tua YANG
KELIMA

Setelah Doni dan abangnya
semua sudah tamat dari sekolah
dan bekerja, ibu yang sudah tua
sudah waktunya pensiun. Tetapi
ibu tidak mau, ia rela untuk pergi
ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Abang Doni yang bekerja di luar
kota sering mengirimkan sedikit
uang untuk membantu memenuhi
kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima
uang tersebut. Malahan mengirim
balik uang tersebut. Ibu
berkata : “Saya punya duit” .
KEBOHONGAN Orang Tua YANG
KEENAM

Setelah lulus dari S1, Doni pun
melanjutkan studi ke S2 dan
kemudian memperoleh gelar
master di sebuah universitas
ternama di Amerika berkat
sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya Doni pun
bekerja di perusahaan itu.
Dengan gaji yang lumayan tinggi,
Doni bermaksud membawa ibunya
untuk menikmati hidup di
Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau
merepotkan anaknya, ia berkata
kepada Doni “Aku tidak
terbiasa”. KEBOHONGAN Orang
Tua YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang
tua, ibu terkena penyakit
kanker lambung, harus dirawat
di rumah sakit, Doni yang berada
jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda
tercinta. Doni melihat ibu yang
terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu
yang keliatan sangat tua,
menatap Doni dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum
yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena
sakit yang ditahannya. Terlihat
dengan jelas betapa penyakit itu
menjamahi tubuh ibu Doni sehingga ibunya terlihat lemah
dan kurus kering. Doni sambil
menatap ibunya sambil berlinang
air mata. Hatinya perih, sakit
sekali melihat ibunya dalam
kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
“Jangan menangis anakku, Aku
tidak kesakitan” .KEBOHONGAN
Orang Tua YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan
kebohongannya yang kedelapan,
ibu Doni tercinta menutup
matanya untuk yang terakhir
kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Next home home